Resensi Buku: Kiat Jitu Menyelesaikan Kasus Hukum

Pernahkah Anda membayangkan bahwa suatu saat Anda akan berurusan dengan hukum?

Pernahkah Anda berurusan dengan aparat penegak hukum?

Bagaimanakah rasa yang muncul pada saat Anda menjadi seorang “pesakitan” di depan sidang pengadilan atau dalam pemeriksaan kepolisian?

 Sudah dapat kita bayangkan, rasa panik, bingung, bahkan mungkin takut akan muncul jika kita mengalami hal tersebut. Pada prinsipnya, hal seperti itu biasa terjadi, terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengetahuan hukum yang cukup.

Inilah yang menjadi tugas rumah/PR besar bagi pemerintah beserta perangkat hukumnya untuk melakukan sosialisasi kepada publik. Selama ini, sosialisasi yang dilakukan berbentuk seminar-seminar ataupun diskusi publik, yang belum tentu masyarakat awam berminat untuk datang dan mendengarkan. Hal tersebut terkait juga dengan kemampuan masyarakat dalam menyerap informasi publik.

Berapakah persentase masyarakat Indonesia yang mengetahui tata cara melaporkan suatu tindak pidana ke kepolisian? Apakah semua masyarakat mampu membayar jasa atau honorarium dari seorang advokat/lawyer? Apakah eksistensi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) sudah dikenal secara luas? Seberapa banyak masyarakat yang paham tentang prosedur mengajukan gugatan ke pengadilan?

Hal-hal tersebut di atas adalah permasalahan-permasalahan sosialisasi yang tidak tuntas. Sosialisasi seharusnya menjadi porsi dari pemerintah dan perangkatnya, karena hanya pemerintah yang memiliki jaringan organisasi yang luas hingga ke desa-desa. Namun, hal tersebut  tidak dimanfaatkan secara maksimal. Pengadilan sebagai benteng terakhir, hanya bertindak sebagai pemeriksa dan pemutus saja. Padahal dengan kewenangan yang demikian besar dari seorang hakim, kontribusinya terhadap terwujudnya keluarga sadar hukum (Kadarkum) sangat jauh dibawah rata-rata.

Munculnya Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik hanya sekedar lip service semata. Masyarakat harus tetap mencari sendiri atas kebutuhan-kebutuhan mereka mengenai hukum. Di lain pihak, ilmu hukum yang berkembang demikian pesatnya. selalu diwarnai berbagai macam perubahan dan pembahasaan yang sangat susah dipahami oleh masyarakat umum. Hal ini menjadi senjata bagi para advokat/lawyer yang menampilkan seolah-olah ilmu hukum merupakan hal yang susah dan rumit.

Buku ini disusun berlandaskan semangat untuk menerobos kebuntuan para penegak hukum (polisi, jaksa, hakim, advokat) dan pemerintah dalam menyosialisasikan informasi kepada publik tentang hukum.

Penulis berharap bahwa informasi yang disampaikan dalam buku ini dapat membuka wacana berpikir masyarakat umum mengenai hitam putihnya hukum yang mau tidak mau harus diketahui secara umum.

Dalam setiap pembahasan masalah, penulis mencoba untuk menampilkan contoh-contoh kasus yang relevan untuk diteliti. Akhirnya, penulis berharap bahwa buku  ini dapat memberikan informasi yang cukup dan bermanfaat bagi para pembaca.

Hadirnya buku ini bertujuan untuk memberikan edukasi hukum kepada masyarakat awam yang buta hukum, menjadi melek hukum. Sadar akan hak-hak nya jika berhadapan dengan hukum. Sehingga diharapkan akan meningkatkan posisi tawar (bargaining position) antara masyarakat dengan aparat penegak hukum (Advokat, Jaksa, Polisi dan Hakim).

Pengarang : Rocky Marbun S.H., M.H.

Penerbit : Visimedia Pustaka

Tahun : 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s