Putusan Pengadilan Negeri Mamuju Nomor : 205/Pid. B/2009/PN.Mu. tentang Tindak Pidana Narkoba

P U T U S A N.

Nomor : 205/Pid. B/2009/PN.Mu.

 

DEMI  KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

Pengadilan Negeri Mamuju yang mengadili perkara pidana dalam acara pemeriksaan biasa pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :

N a m a  lengkap                           :           NAJAMUDDIN. R Alias CANDRA

Bin H. ABDUL RASYID ;

Tempat lahir                                    :           Pare Pare ;

Umur/Tgl lahir                               :           36 tahun/ 25 Mei 1973 ;

Jenis Kelamin                                  :           Laki laki ;

Kebangsaan                                      :           Indonesia ;

Tempat Tinggal                               :           Jl. Andi Dai,  No. 64 Mamuju, Kelurahan

Binanga, Kecamatan Mamuju,

Kabupaten Mamuju ;

Agama                                                :           Islam ;

Pekerjaan                                          :           Wiraswasta ;

Pendidikan                                        :         SMP ;

Terdakwa berada dalam tahanan berdasarkan perintah penahanan yang dilakukan oleh :

–     Penyidik sejak tanggal 12 Juni 2009  s/d tanggal 01 Juli 2009 ;

–     Perpanjangan Penahanan penuntut Umum sejak tanggal 02 Juli 2009  s/d tanggal 10 Agustus 2009 ;

–     Penuntut umum sejak tanggal 06 Agustus 2009  s/d tanggal 09 Agustus 2009 ;

–     Hakim Pengadilan Negeri Mamuju  sejak tanggal 10 Agustus 2009  s/d tanggal 08 September 2009 ;

–     Perpanjangan penahanan  Ketua Pengadilan Negeri Mamuju sejak tanggal 09 September 2009 s/d tanggal 07 Nopember 2009 ;

Terdakwa tidak di dampingi Penasehat Hukum ;

Pengadilan Negeri tersebut :

Telah memperhatikan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Mamuju tanggal 10 Agustus 2009 No. 205/Pen.Pid/2009/PN.Mu tentang Penunjukan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini ;

Telah memperhatikan Penetapan Ketua Majelis Hakim tanggal 10 Agustus 2009 No.205/Pid.B/2009/PN.Mu tentang Penetapan hari sidang ;

Telah membaca berkas perkara dan berita acara perkara tersebut ;

Telah mendengar keterangan saksi-saksi dan Terdakwa ;

Telah melihat barang bukti yang diajukan dipersidangan ;

Telah mendengar tuntutan pidana dari Jaksa Penuntut Umum yang diajukan dan diserahkan di persidangan pada tanggal 27 Oktober 2009, yang pada pokoknya  menuntut supaya Majelis Hakim yang mengadili perkara ini memutuskan sebagai  berikut :

1.      Menyatakan Terdakwa NAJAMUDDIN. R Alias CANDRA Bin H. ABDUL RASYID terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana Tanpa Hak Memiliki, Menyimpan dan / atau Membawa Psikotropika Golongan II yang melanggar Pasal 62 UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika sebagimana telah didkwakan kepadanya ;

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa NAJAMUDDIN. R Alias CANDRA Bin H. ABDUL RASYID dengan pidana selama 1 ( Satu ) Tahun 10 ( Sepuluh ) Bulan dikurangi selama Terdakwa berada dalam  masa tahanan sementara dan denda sebesar 10 ( Sepuluh ) Juta Subsidair 2 ( Dua ) bulan kurungan dengan perintah agar Terdakwa tetap ditahn  ;

3.   Menyatakan barang bukti berupa :

–          1 (satu) sachet plastik kecil berisikan kristal Metamfetamina (MA) dengan berat netto 0,0244 gram  ;

–          1 (Satu) buah handphone merk Nokia type 5610d-1 warna hitam merah ;

Dirampas untuk Negara.

4        Menetapkan agar  Terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp  2.500,- ( Dua ribu lima ratus rupiah ) ;

Memperhatikan pula pembelaan Terdakwa yang pada pokoknya mengakui dan menyesali perbuatannya untuk itu mohon hukuman yang seringan-ringannya ;

Telah mendengar Replik Penuntut Umum serta Duplik terdakwa yang pada pokoknya masing-masing bertetap pada pendiriannya semula ;

Menimbang,bahwa berdasarkan surat dakwaan Penuntut Umum tanggal 06 Agustus 2009, No.Reg.Perk.PDM-56/MJU/EP.2/08/2009,  terdakwa didakwa sebagai berikut :

KESATU ;

Bahwa terdakwa NAJAMUDDIN R. Alias CANDRA Bin H. ABDUL RASYID pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2009 sekitar jam 11.00 WITA atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Juni tahun 2009, bertempat di JI. Dr. Ratulangi tepatnya di depan Toko Opini Jaya Kab. Mamuju atau setidak-tidaknya di suatu tempeat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Mamuju, “tanpa hak memiliki, menyimpan dan/atau membawa psikotropika berbentuk kristal bening seberat 0,0298 gram yang biases disebut shabu-shabu yang diduga mengandung metamfetamina”. Perbuatan tersebut dilakukan dengan cares sebagai berikut :

Berawal ketika pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2009 sekitar jam 09.30 Wita JAPARUDDIN Alias RUDI (anggota satuan Narkoba Polres Mamuju) bertemu dengan terdakwa di warung coto di Kompleks Pasar Baru Mamuju. Oleh karena terdakwa §Wak menjadi target operasi (TO) Unit Narkoba Polres Mamuju sehingga JAPARUDDIN Alias RUDI masuk ke dalam warung coto mendekati terdakwa karena sebelumnya memang sudah kenal dengan terdakwa, dalam warung tersebut JAPARUDDIN Alias RUDI mulai pembicaraan dengan menanyakan kegiatan terdakwa, selanjutnya JAPARUDDIN Alias RUDI bertanya kepada terdakwa ” apa ada BR mu (shabu-shabu)” lalu dijawab terdakwa “iya adaji, barn tiba tadi Subuh” mendengar terdakwa mengiyakan selanjutnya JAPARUDDIN Alias RUDI bertanya “apa bisa kasi saya satu paket, berapa harganya”, kemudian dijawab lagi oleh terdakwa “bisaji, kalau kita Pak tidak usahmi, ini ambil nomor HPku nanti kalau keluar kita telpon saya nanti kita sabarmi barangnya ada dirumah”.

Sekitar jam 10.30 Wita JAPARUDDIN terima sms dari terdakwa dalam Bahasa Bugis yang artinya “kita dimana kenapa tidak datang ambil itu solar” lalu dijawab “sebentar lagi kerja nanti saya telpon kita”. Selanjutnya sekitar jam 10.46 Wita kembali JAPARUDDIN Alias RUDI menerima sms dari terdakwa dalam Bahasa Bugis yang artinya “kita kesinimi karena saya mau pergi memancing”. Sms tersebut selanjutnya dijawab dengan menelpon terdakwa dengan mengatakan “tunggumi saya sudah menuju”.

Setelah terdakwa dan JAPARUDDIN Alias RUDI sepakat untuk bertemu selanjutnya JAPARUDDIN Alias RUDI menuju ke rumah terdakwa akan tetapi belum sampai disana JAPARUDDIN Alias RUDI melihat terdakwa duduk diatas motor. Setelah dekat terdakwapun melihat JAPARUDDIN Alias RUDI dan langsung mengendarai sepeda motornya sambil mengatakan “ikutika” dan tepat di depan Toko Opini Jaya JAPARUDDIN Alias RUDI berhenti dan langsung duduk di tembok Toko Opinii Jaya seraya memanggil terdakwa dan menanyakan barang yang dijanjikan, setelah terdakwa mengiyakan selanjutnya terdakwa merogoh/memasukan tangannya ke dalam kantong celana dan mengeluarkan potongan pipet berwarna hijau berisi 1 (satu) paket kristal bening dan meletakkan diatas tembok samping kiri JAPARUDDIN Alias RUDI sambil mengatakan “ini barangnya” bersamaan dengan itu datang 2 (dua) orang Anggota Unit Narkoba Polres Mamujuyang sejak tadi mengamati tingkah laku terdakwa bersama JAPARUDDIN Alias RUDI langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa karena terdakwa tidak mempunyai kapasitas melakukan kegiatan yang berhubungan dengan psikotropika ;

Bahwa setelah dilakukan pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik terhadap barang bukti milik terdakwa berupa :

  • 1 (satu) sachet plastik kecil berisikan kristal bening seberat 0,0298 gr positif mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan II No. Urut 9 Lampiran UU No. 5 Tahun 1999 tentang Psikotropika ;
  • Masing-masing 1 (satu) botol urine dan darah negative ;

Sesuai Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik No. : 499/KNF/VI/2009 tanggal 12 Juni 2009 yang dibuat dan ditandatangani oleh Dra. SUGIHARTI, GEDE SUYASA, S.Si., SH. dan SUBONO SOEKIMAN pemeriksa pada Laboratorium Forensik Polri Cabang Makassar ;

Perbuatan terdakwa tersebut diatas diatur dan diancam pidana dalam Pasal 62 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika ;

A T A U

KEDUA :

Bahwa terdakwa NAJAMUDDIN R. Alias CANDRA Bin H. ABDUL RASYID pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2009 sekitar jam 11.00 WITA atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Juni tahun 2009, bertempat di JI. Dr. Ratulangi tepatnya di depan Toko Opini Jaya Kab. Mamuju setidak-tidaknya di suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Mamuju, “tanpa hak menyerahkan psikotropika berbentuk kristal bening seberat 0,0298 gram yang biasa disebut shabu-shabu yang diduga mengandung metamfetamina selain yang ditetapkan dalam Pasal 14 ayat (1), Pasal 14 ayat (2), Pasal 14 ayat (4) UU No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika”. Perbuatan tersebut dilakukan dengan carer sebagai berikut :

Berawal ketika pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2009 sekitar jam 09.30 Wita JAPARUDDIN Alias RUDI (anggota satuan Narkoba Polres Mamuju) bertemu dengan terdakwa di warung coto di Kompleks Pasar Baru Mamuju. Oleh karena terdakwa tidak menjadi target operasi (TO) Unit Narkoba Polres Mamuju sehingga JAPARUDDIN Alias RUDI masuk ke dalam warung coto mendekati terdakwa karena sebelumnya memang sudah kenal dengan terdakwa, dalam warung tersebut JAPARUDDIN Alias RUDI mulai pembicaraan dengan menanyakan kegiatan terdakwa, selanjutnya JAPARUDDIN Alias RUDI bertanya kepada terdakwa ” apa ada BR mu (shabu-shabu)” lalu dijawab terdakwa “iya, adaji, barn tiba tadi Subuh” mendengar terdakwa mengiyakan selanjutnya JAPARUDDIN Alias RUDI bertanya “apa bisa kasi saya satu paket, berapa harganya”, kemudian dijawab lagi oleh terdakwa “bisaji, kalau kita Pak tidak usahmi, ini ambil nomor HPku nanti kalau keluar kita telpon saya nanti kita sabarmi barangnya ada dirumah” ;

Sekitar jam 10.30 Wita JAPARUDDIN terima sms dari terdakwa dalam Bahasa Bugis yang artinya “kita dimana kenapa tidak datang ambil itu solar” lalu dijawab “sebentar lagi kerja nanti saya telpon kita”. selanjutnya sekitar jam 10.46 Wita kembali JAPARUDDIN Alias RUDI menerima sms dari terdakwa dalam Bahasa Bugis Yang artinya “kita kesinimi karena saya mau pergi memancing”. Sms tersebut selanjutnya dijawab dengan menelpon terdakwa dengan mengatakan “tunggumi saya sudah menuju” ;

Setelah terdakwa dan JAPARUDDIN Alias RUDI sepakat untuk bertemu selanjutnya JAPARUDDIN Alias RUDI menuju ke rumah terdakwa akan tetapi belum sampai disana Japaruddin Alias Rudi melihat Terdakwa duduk diatas motor . Setelah dekat terdakwapun melihat JAPARUDDIN Alias Rudi dan lengsung mengendarai sepeda motornya sambil mengatakan “ikutika” dan tepat didepan took Opini Jaya JAPARUDDIN Alias RUDI  berhenti dan langsung duduk ditembok took Opini jaya seraya memanggil terdakwa dan menanyakan barang yang dijanjikan, setelah terdakwa mengiyakan selanjutnya terdakwa merogoh/memasukan tangannya ke dalam kantong celana dan mengeluarkan potongan pipet berwarna hijau berisi 1 (satu) paket kristal bening dan meletakkan diatas tembok samping kiri JAPARUDDIN Alias RUDI sambil mengatakan “ini barangnya” bersamaan dengan itu datang 2 (dua) orang Anggota Unit Narkoba Polres Mamujuyang sejak tadi mengamati tingkah laku terdakwa bersama JAPARUDDIN Alias RUDI langsung melakukan penangkapan terhadap, terdakwa karena terdakwa tidak mempunyai kapasitas melakukan kegiatan yang berhubungan dengan psikotropika.

Bahwa setelah dilakukan pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik terhadap barang bukti milik terdakwa berupa :

  • 1 (satu) sachet plastik kecil berisikan kristal bening seberat 0,0298 gr positif mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan II No. Urut 9 Lampiran UU No. 5 Tahun 1999 tentang Psikotropika ;
  • Masing-masing 1 (satu) botol urine dan darah negative ;

Sesuai Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik No. : 499/KNF/VI/2009 tanggal 12 Juni 2009 yang dibuat dan ditandatangani oleh Dra. SUGIHARTI, GEDE SUYASA, S.Si., SH. dan SUBONO SOEKIMAN pemeriksa pada Laboratorium Forensik Polri Cabang Makassar ;

Perbuatan terdakwa tersebut diatas diatur dan diancam pidana dalam Pasal 60 ayat (4) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika ;

Menimbang, bahwa atas dakwaan tersebut, terdakwa menyatakan tidak mengajukan keberatan atau eksepsi ;

Menimbang, bahwa didepan persidangan telah didengar keterangan aksi-saksi dibawah sumpah yang menerangkan pada pokoknya sebagai berikut ;

1.                  saksi TANGDILIMBAN menerangkan  ;

–         Bahwa saksi membenarkan seluruh keterangannya didepan penyidik ;

–         Bahwa saksi adalah anggota kepolisian resor mamuju ;

–         Bahwa setahu saksi terdakwa dihadapkan dipersidangan sehubungan dengan masalah adanya penyerahan shabbu shabu yang dilakukan Terdakwa kepada salah seorang anggota unit Narkoba Polres mamuju yang bernama Briptu JAPARUDDIN ;

–         Bahwa Terdakwa menyerahkan barang tersebut kepada JAPARUDDIN yaitu pada hari Kais tanggal 11 Juni 2009 pada sekitar jam 11.00 Wita bertempat di didepan toko opini Jaya di Jl. Ratulangi Mamuju ;

–         Bahwa pada saat sebelum ditangkap, terdakwa sedang berdiri didepan toko opini, selanjutnya setelah Terdakwa menyerahkan barang (shabu shabu) kepada Japaruddin, saksi bertanya kepada Terdakwa “apa yang kamu kasi anggotaku”, kemudian Terdakwa menjawab “tidak ada Pak”, lalu dijawab Japaruddin “ini yang dikasi Pak”, sambil menunjukkan shabu shabu yang telah diserahkan terdakwa ;

–         Bahwa setelah shabu shabu tersebut diserahkan kemudian saksi juga ikut melakukan penangkapan terhadap terdakwa ;

–         Bahwa saat anggota kepolisian Resor Mamuju melakukan penangkapan terhadap terdakwa ada sandi atau kode yaitu apabila Japaruddin melepas helm berarti ada barang (shabu shabu)yang dibawa Terdakwa ;

–         Bahwa Terdakwa pada saat dilakukan penangkapan juga melakukan perlawanan dan sempat mengeluarkan kartu yang tersimpan diHandphonenya, kemudian menggigit, merusak lalu  membuang kartu  tersebut di dalam selokan ;

–         Bahwa Terdakwa adalah merupakan target operasi  kepolisian resor Mamuju terhadap pelanggaran obat obatan terlarang di wilayah Polres mamuju ;

–         Bahwa barang (shabu shabu) yang diperoleh dari terdakwa kemudian yang telah dilakukan pengujian ke laboratorium forensik Polda SulSelbar ;

–         Bahwa Terdakwa membawa dan menyerahkan shabu shabu tersebut kepada saksi tanpa ijin dari yang pihak berwajib ;

2.                  saksi JAPARUDDIN menerangkan :

–         Bahwa saksi membenarkan seluruh keterangannya yang telah diberikan didepan penyidik;

–         Bahwa saksi adalah anggota kepolisian resor mamuju ;

–         Bahwa saksi sudah lama kenal dengan Terdakwa dan Terdakwa merupakan target operasi kepolisian resor mamuju dalam hal perdagangan obat obatan terlarang ;

–         Bahwa setahu saksi terdakwa dihadapkan dipersidangan sehubungan dengan masalah adanya penyerahan shabbu shabu yang dilakukan Terdakwa kepada saksi ;

–         Bahwa Terdakwa menyerahkan barang tersebut kepada saksi pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2009 pada sekitar jam 11.00 Wita bertempat di didepan toko opini  Jaya di Jl. Ratulangi Mamuju ;

–         Bahwa saksi sebelumnya sudah ada janji dengan terdakwa dalam hal penyerahan paket shabu shabu dan disepakati oleh Terdakwa akan dilakukan didepan toko opini ;

–         Bahwa pada saat yang telah diperjanjikan Terdakwa datang ditempat kejadian, kemudian bertemu dengan saksi, selanjutnya saksi bertanya “ada barang” kemudian dijawab Terdakwa “ada”,selanjutnya barang yang berupa potongan pipet yang didalamnya berisi shabu shabu tersebut diserahkan kepada saksi,sesaat setelah diserahkan saksi beserta anggota kepolisian resor Mamuju lainnya yaitu saksi Tangdilimban dan Surwanto melakukan penangkapan terhadap terdakwa ;

–         Bahwa Terdakwa pada saat dilakukan penangkapan juga melakukan perlawanan dan sempat mengeluarkan kartu yang tersimpan diHandphonenya, kemudian menggigit, merusak lalu  membuang kartu  tersebut di dalam selokan ;

–         Bahwa sebelum kejadian saksi dengan Terdakwa sempat berkomunikasi lewat SMS;

–         Bahwa Terdakwa adalah merupakan target operasi  kepolisian resor Mamuju terhadap pelanggaran obat obatan terlarang di wilayah Polres mamuju ;

–         Bahwa barang (shabu shabu) yang diperoleh dari terdakwa kemudian yang telah dilakukan pengujian ke laboratorium forensik Polda SulSelbar ;

–         Bahwa Terdakwa membawa dan menyerahkan shabu shabu tersebut kepada saksi tanpa ijin dari yang pihak berwajib ;

Menimbang, bahwa  selanjutnya telah pula didengar keterangan Terdakwa yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

–         Bahwa pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2009 pada sekitar jam 11.00 Wita bertempat di didepan toko opini Jaya di Jl. Ratulangi Mamuju Terdakwa telah ditangkap oleh anggota kepolisian resor mamuju karena dipersangkakan membawa shabu shabu ;

–         Bahwa pada saat penangkapan tersebut Terdakwa sedang bersama japaruddin yang juga merupakan anggota kepolisian resor mamuju sedang membicarakan masalah solar ;

–         Bahwa sebelum kejadian penangkapan , Terdakwa sempat bertemu dengan japaruddin pada hari tersebut sekitar jam 09.00 Wita di penjual coto yang berlokasi di pasar baru dan Japaruddin meminta solar kepada terdakwa untuk dipakai, tetapi Terdakwa minta agar Japaruddin datang kerumah, berselang 1 jam kemudian Terdakwa menghubungi japaruddin kembali lewat SMS melalui Hp dengan “mengatakan kenapa belum datang mengambil solar”, dan setelah ditunggu dan Japaruddin belum juga datang, kemudian Terdakwa pergi ke Pegadaian, akan tetapi belum sampai di Pegadaian Terdakwa bertemu dengan Japaruddin yang memarkir motornya didepan toko Opini Jaya, lalu Terdakwa ditempat tersebut berbincang bincang dengan Japaruddin ;

–         Bahwa tidak lama berbicara dengan Japaruddin kemudian dating anggota kepolisian resor Mamuju dan menanyakan kepada Terdakwa “apa kamu bikin disini”,dan terdakwa menyatakan “Tidak”, kemudian Japaruddin menyerahkan 1 buah potongan pipet warna hijau kepada Terdakwa ;

–         Bahwa Terdakwa tidak mengetahui apa yang terisi dalam pipet yang diserahkan tersebut tersebut ;

–         Bahwa pada saat itu Hp yang dibawa terdakwa diminta oleh anggota polisi, tetapi Terdakwa tidak mau menyerahkan lalu terdakwa ambil kartunya , kartu tersebut Terdakwa gigit kemudian dibuang keselokan yang ada ditempat tersebut ;

Menimbang, bahwa di dalam persidangan Penuntut Umum telah mengajukan barang bukti berupa ;

–         1 (satu) buah potongan pipet berwarna hijau yang berisikan serbuk Kristal ;

–         1 (satu) buah handphone merk Nokia type 5610d-1 warna hitam merah ;

Dan terhadap barang bukti tersebut saksi dan Terdakwa sama sama membenarkan berkaitan dengan perkara ini ;

Menimbang, bahwa telah dilampirkan Surat berita acara Pemeriksaan laboratoris kriminalistik  No. LAB: 499/KNF/VI/2008, tanggal 12 Juni 2009  pusat laboratorium forensik POLRI  laboratorium Forensik cabang makasar ;

Menimbang, bahwa untuk mempersingkat uraian putusan ini maka segala sesuatu yang tercatat dalam Berita Acara Persidangan dianggap telah termuat dalam putusan ini ;

Menimbang, bahwa berdasarkan pemeriksaan dipersidangan, baik berdasarkan keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa maupun barang bukti yang diajukan di persidangan maka Majelis hakim memperoleh fakta hukum sebagai berikut :

–         Bahwa pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2009 sekitar jam 11.00 Wita bertempat di didepan toko opini Jaya di Jl. Ratulangi Mamuju Terdakwa Najamuddin telah diamankan oleh anggota Kepolisian Resor Mamuju karena telah menyimpan dan menyerahkan barang terlarang berupa shabu shabu kepada Japaruddin (salah seorang anggota unit narkoba Polres Mamuju);

–         Bahwa sebelum kejadian Japaruddin sudah ada janji dengan terdakwa dalam hal penyerahan paket shabu shabu dan disepakati oleh Terdakwa akan dilakukan didepan toko opini ;

–         Bahwa pada waktu yang telah diperjanjikan Terdakwa datang ditempat kejadian, kemudian bertemu dengan japaruddin, selanjutnya Japaruddin bertanya “ada barang” kemudian dijawab Terdakwa “ada”,selanjutnya barang yang berupa potongan pipet yang didalamnya berisi shabu shabu tersebut diserahkan kepada Japaruddin, sesaat setelah diserahkan shabu shabu tersebut Japaruddin beserta anggota kepolisian resor Mamuju lainnya lalu mengamankan Terdakwa ;

–         Bahwa Terdakwa pada saat tangkap sempat melakukan perlawanan dengan tidak mau menyerahkan Handphone yang dibawa dan sempat mengeluarkan kartu yang tersimpan diHandphonenya, kemudian menggigit, merusak lalu  membuang kartu  tersebut di dalam selokan ;

–         Bahwa sebelum kejadian Japaruddin dengan Terdakwa sempat berkomunikasi lewat SMS;

–         Bahwa Terdakwa adalah merupakan target operasi  kepolisian resor Mamuju terhadap pelanggaran obat obatan terlarang di wilayah Polres mamuju ;

–         Bahwa barang (potongan pipet yang didalamnya berisi shabu shabu) yang diperoleh dari terdakwa telah dilakukan pengujian ke laboratorium forensik Polda SulSelbar dan terbukti mengandung metamfetamina yang terdaftar dalam golongan II Nomor urut 9 lampiran UU RI No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika ;

–         Bahwa Terdakwa membawa dan menyerahkan shabu shabu tersebut kepada saksi tanpa ijin dari yang pihak berwajib ;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas, Terdakwa dapat dinyatakan telah bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya ;

Menimbang, bahwa untuk menyatakan seseorang telah melakukan suatu tindak pidana,maka perbuatan orang tersebut haruslah memenuhi unsure-unsur dari tindak pidana yang didakwakan kepadanya ;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum dalam surat dakwaannya yang dibacakan pada tanggal 19 Agustus 2009 ,   Terdakwa telah didakwa dengan dakwaan yang disusun secara alternative yaitu dakwaan Kesatu  melakukan tindak pidana melanggar Pasal 62 Undang-undang No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, Atau dakwaan kedua melanggar ketentuan pasal 60  ayat (4) Undang-undang No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika . Bahwa dakwaan alternatif dalam praktek peradilan sering disebut dengan istilah saling “mengecualikan” atau dakwaan “Relative” atau berupa istilah dakwaan “pilihan”, dimana dalam dakwaan model ini Hakim dapat langsung memilih untuk menentukan dakwaan mana yang sekiranya cocok serta sesuai dengan hasil pembuktian di persidangan ;

Menimbang, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dipersidangan ternyata menurut penilaian Majelis perbuatan Terdakwa lebih cocok dan sesuai dengan unsur-unsur yang terkandung dalam dakwaan Alternatif kesatu , maka majelis akan mempertimbangkan dakwaan Alternatif kesatu yaitu melanggar Pasal 62 Undang-undang No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika yang unsur-unsurnya sebagai berikut ;

1. Unsur Barang siapa ;

2.      Unsur secara tanpa hak, memiliki , menyimpan dan / atau  membawa psikotropika ;

Menimbang , bahwa terhadap unsur unsur pasal tersebut Majelis hakim mempertimbangkan sebagai berikut :

Ad. 1.  Unsur Barang siapa ;

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan barang siapa dalam hukum pidana ialah siapa saja, semua orang atau manusia sebagai subyek hukum yang karena perbuatannya dapat dipertanggung–jawabkan sebagai pelaku atas perbuatan yang dapat dihukum ;

Menimbang, bahwa berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, keterangan para saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum, dan fakta hukum/petunjuk yang terungkap dipersidangan, maka yang dimaksud dengan unsur ini, khususnya subyek hukum yang harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya ialah terdakwa NAJAMUDDIN R Alias CANDRA Bin H. ABDUL RASYID  ;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut, maka unsur ini telah terpenuhi ;

Ad. 2.    Unsur secara tanpa hak, memiliki , menyimpan dan/ atau  membawa psikotropika  yang dilakukan secara bersama sama ;

Menimbang, bahwa dari fakta-fakta hukum dipersidangan dari keterangan saksi saksi dan keterangan   Terdakwa   dihubungkan dengan barang bukti dalam perkara ini terungkap :

–         Bahwa pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2009 sekitar jam 11.00 Wita bertempat di didepan toko opini Jaya di Jl. Ratulangi Mamuju Terdakwa Najamuddin telah diamankan oleh anggota Kepolisian Resor Mamuju karena telah menyimpan dan menyerahkan barang terlarang berupa shabu shabu kepada Japaruddin (salah seorang anggota unit narkoba Polres Mamuju);

–         Bahwa sebelum penyerahan barang tersebut Japaruddin sudah ada janji dengan terdakwa dalam hal penyerahan paket shabu shabu dan disepakati oleh  Terdakwa   akan dilakukan didepan toko opini Jaya  ;

–         Bahwa pada waktu yang telah diperjanjikan Terdakwa datang ditempat kejadian, kemudian bertemu dengan japaruddin, selanjutnya Japaruddin bertanya “ada barang” kemudian dijawab Terdakwa “ada”,selanjutnya barang yang berupa potongan pipet yang didalamnya berisi shabu shabu tersebut diserahkan kepada Japaruddin, sesaat setelah diserahkan shabu shabu tersebut , Japaruddin beserta anggota kepolisian resor Mamuju lainnya lalu mengamankan Terdakwa ;

–         Bahwa Terdakwa pada saat ditangkap sempat melakukan perlawanan dengan tidak mau menyerahkan Handphone yang dibawa dan sempat mengeluarkan kartu yang tersimpan diHandphonenya, kemudian menggigit, merusak lalu  membuang kartu  tersebut di dalam selokan ;

–         Bahwa sebelum kejadian Japaruddin dengan Terdakwa sempat berkomunikasi dengan ber SMS lewat Hp ;

–         Bahwa Terdakwa adalah merupakan target operasi  Kepolisian Resor Mamuju terhadap pelanggaran obat obatan terlarang di wilayah Polres mamuju ;

–         Bahwa barang bukti (potongan pipet yang didalamnya berisi shabu shabu) yang diperoleh dari terdakwa telah dilakukan pengujian ke laboratorium forensik Polda SulSelbar dan terbukti mengandung metamfetamina yang terdaftar dalam golongan II Nomor urut 9 lampiran UU RI No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika ;

–         Bahwa Terdakwa dalam memiliki , menyimpan dan membawa sabu sabu terbukti bukan untuk digunakan dalam rangka pengobatan atau perawatan serta diperoleh bukan dari apotek dengan resep dokter, rumah sakit,puskesmas maupun dokter ;

–         Bahwa dari Undang Undang Nomor 5 tahun 1997 pasal 36 ayat 1 dan ayat 2 diatur bahwa pengguna yang dapat memiliki, menyimpan dan atau membawa psikotropika hanya digunakan dalam rangka pengobatan atau perawatan, serta harus mempunyai bukti diperoleh secara sah sedang Terdakwa membawa, menyimpan  barang bukti  (shabu shabu tersebut ) adalah tanpa ijin dari pihak yang berwenang ;

Menimbang, bahwa meskipun dipersidangan Terdakwa membantah tidak pernah membawa atau menyimpan shabu shabu tetapi jika dikaji dari keterangan para saksi dan fakta yang terungkap dipersidangan Majelis menilai  telah dengan tegas dan jelas perbuatan yang telah dilakukan Terdakwa yaitu menyimpan dan menyerahkan shabu shabu kepada japaruddin  in casu ternyata dalam persidangan terdakwa tidak mengajukan bukti sebaliknya yang dapat menguatkan alibinya / membantah dakwaan penuntut umum ;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan diatas majelis menilai  perbuatan Terdakwa memiliki , menyimpan dan  membawa psikotropika jenis sabu sabu adalah merupakan   perbuatan yang melanggar hokum dan bertentangan dengan Undang undang  ;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut , maka unsur inipun telah terpenuhi ;

Menimbang bahwa oleh karena semua unsur-unsur  yang didakwakan Penuntut Umum yaitu melanggar ketentuan pasal 62 UU No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika telah terbukti terpenuhi, maka terbukti secara sah dan meyakinkan  Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan  primair Jaksa Penutut Umum ;

Menimbang, bahwa selama persidangan ternyata tidak diketemukan adanya hal-hal yang dapat mengecualikan Terdakwa dari pertanggung jawaban pidana baik alasan pemaaf maupun alasan pembenar maka Terdakwa tetap dinyatakan bersalah dan harus dijatuhi pidana, dan oleh karena ditentukan dalam pasal 62 UU No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika kepada sibersalah disamping dikenakan pidana badan (penjara) juga dikenakan pidana denda uang, maka terhadap Terdakwa inipun disamping dijatuhi pidana badan (penjara) juga dijatuhi pidana denda uang ;

Menimbang, bahwa Terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana , maka kepadanya dibebani pula untuk membayar biaya perkara ini  ;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa ditahan maka masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa harus dikurangkan seluruhnya dari lamanya pidana yang dijatuhkan dan terhadap status penahan terhadap diri  Terdakwa menurut Majelis harus tetap dipertahankan ;

Menimbang, bahwa mengenai barang bukti dalam perkara ini oleh karena telah disita dan diajukan dipersidangan , dimana terbukti barang barang tersebut dipakai atau berhubungan erat dalam tindak pidana yang dilakukan Terdakwa, maka menurut hukum ditetapkan dirampas untuk  dimusnahkan  ;

Menimbang, bahwa sebelum Majelis menjatuhkan pidana perlu dipertimbangkan hal-hal yang dapat mempengaruhi pidana yang akan dijatuhkan yaitu :

Hal-hal yang memberatkan :

–          Perbuatan Terdakwa  bertentangan dengan program pemerintah tentang pemberantasan   Narkotika dan Psikotropika  ;

Hal-hal yang meringankan :

–           Terdakwa belum pernah dihukum ;

–           Terdakwa mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya ;

–           Terdakwa mempunyai tanggungan keluarga ;

Menimbang, bahwa berdasarkan uraian pertimbangan diatas, maka pidana yang akan dijatuhkan terhadap diri terdakwa, menurut Majelis telah dipandang patut dan adil baik ditinjau dari aspek penegakan hukum maupun aspek pendidikan terhadap diri terdakwa ;

Menimbang, bahwa untuk singkatnya putusan , maka  segala sesuatu yang terjadi dipersidangan sebagaimana yang termuat dalam berita acara persidangan dianggap turut dipertimbangkan dan menjadi satu kesatuan dengan isi putusan  ini ;

Mengingat akan ketentuan Pasal 62 UU No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan undang undang No. 8 tahun 1981 ( KUHAP ), serta peraturan-peraturan lain yang berkaitan dengan perkara ini ;

M E N G A D I L I :

1.      Menyatakan Terdakwa NAJAMUDDIN R Alias CANDRA Bin H. ABDUL RASYID telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana  “ SECARA TANPA HAK , MEMILIKI, MENYIMPAN DAN MEMBAWA  PSIKOTROPIKA “ ;

2.      Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) Tahun dan 3 (tiga) Bulan dan denda  sebanyak 10.000.000,- ( Sepuluh juta rupiah )  dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar maka kepada Terdakwa dikenakan hukuman pengganti denda berupa pidana kurungan selama  1 (Satu) Bulan ;

3.      Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa tersebut dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ;

4.      Menetapkan agar Terdakwa tetap ditahan ;

5.      Menetapkan barang bukti berupa :

–   1 (satu) buah potongan pipet berwarna hijau yang berisikan serbuk Kristal ;

–   1 (satu) buah handphone merk Nokia type 5610d-1 warna hitam merah ;

Masing masing dirampas untuk dimusnahkan ;

6.      Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara dalam perkara ini sebesar Rp. 2.500,- ( Dua ribu lima ratus rupiah ) ;

Demikian diputuskan pada Hari SELASA Tanggal 27 OKTOBER  2009 dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mamuju oleh kami : RICHARD SILALAHI,SH, selaku Hakim Ketua, I KETUT KIMIARSA, SH dan HERBERT HAREFA,SH, masing-masing sebagai  Hakim anggota, putusan mana diucapkan pada hari itu juga  dalam sidang yang terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua dan Hakim-Hakim anggota tersebut dengan didampingi oleh TAUFAN, SH, Panitera Pengganti  dan dihadiri oleh ANDI FAIK WANA HAMZAH, SH, MH,  Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan negeri Mamuju, serta diucapkan di hadapan Terdakwa.-

Hakim-Hakim Anggota,                                             Hakim Ketua,

1. I KETUT KIMIARSA, SH.-                                   RICHARD SILALAHI, SH.-

2.  HERBERT HAREFA,SH.-

Panitera Pengganti,

T A U F A N, SH.-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s