Pedoman Teknis Peradilan Agama Dalam BUKU II PASCA RAKERNAS AKBAR

Guna mewujudkan praktek peradilan dan penampilan (ferformance) pengadilan yang semakin tertib dan handal yang bermuara pada tegakkembalinya citra, wibawa, dan martabat pengadilan, setidaknya sejak tahun 1994, dalam khazanah peradilan kita telah terintrodusir pedoman pelaksanaan tugas dan administrasi pengadilan yang tertuang dalam “Buku”, dan kini dikenal ada empat “Buku”, yaitu Buku I, Buku II, Buku III, dan Buku IV. Dua buku pertama, yaitu  Buku I mengatur tentang apa yang harus dilakukan oleh pejabat pengadilan dalam tugasnya, yakni mengenai what to do  yang memuat` tentang pembagian tugas (job discription),  sedangkan dalam Buku II diattur tentang bagaimana caranya pejabat pengadilan harus melakukan tugasnya, yakni how to do it yang memuat tentang hukum acara formal pengadilan (formeel procesrecht).
Lahirnya “Buku” tersebut melalui beberapa tahap, yaitu pertama, diawali oleh  Keputusan Ketua Mahkamah Agung  RI (KMARI) Nomor KMA/007/SK/II/1993 tanggal 6 Pebruari 1993 tentang  Pembentukan Panitia Ad Hok Penyusunan Buku Pedoman Kerja Ketua Pengadilan Negeri dan Ketua Pengadilan Tinggi  yang Seragam Seluruh Indonesia, di mana konsiderasinya antara lain adalah:

Artikel selengkapnya dalam format PDF klik disini

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,181 other followers